TUGAS
PENDIDIKAN KARAKTER DAN ANTI KORUPSI
DI SUSUN OLEH:
I WAYAN AGUS
NOVA SAPUTRA
D 101 15 016
BT 1 (A)
2016
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS TADULAKO
Penerapan
nilai nilai karakter dalam individu kelompok dan masyarakat :
1. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku
tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
Ø Individu : menerapkan nilai disiplin
dalm individu itu berupa disiplin diri. Disiplin diri merujuk pada pelatihan yang didapatkan seseorang untuk
memenuhi tugas tertentu atau untuk mengadopsi pola perilaku tertentu, walaupun
orang tersebut lebih senang melakukan hal yang lain. Sebagai contoh, seseorang
mungkin saja tidak melakukan sesuatu yang menurutnya memuaskan dan menyenangkan
dengan membelanjakan uangnya untuk sesuatu yang ia inginkan dan menyumbangkan
uang tersebut kepada organisasi amal dengan pikiran bahwa hal tersebut lebih
penting. Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa Latin “disibel” yang berarti
Pengikut. Seiring dengan perkembangan zaman, kata tersebut mengalami perubahan
menjadi “disipline” yang artinya kepatuhan atau yang menyangkut tata tertib.
Disiplin memerlukan integritas emosi dalam mewujudkan keadaan. Disiplin diri
berawal dari hal-hal kecil, seperti misalnya bagi pelajar yang mampu
membagi waktu untuk belajar dan membagi waktu untuk bermain sehingga tak
menimbulkan suatu pertabrakan kegiatan pada waktu yang sama. Disiplin diri juga
bisa kita lihat dengan contoh sederhana yaitu dengan pelajar tersebut
mengerjakan PR (pekerjaan rumah) dan dikumpulkan di sekolah tepat pada
waktunya.
Ø Kelompok : menerapkan nilai disiplin
dalam kelompok itu berupa mematuhi aturan aturan yang ada dalam kelompok, kita
sebagai anggota kelompok harus mengikuti dan menaati peraturan. Jika kita sudah
menepapkan itu semua berarti kita telah melaksanakan nilai disiplin dalam
kelompok. Contoh dalam kelompok belajar ada peraturan tentang datang tepat
waktu, tidak boleh ribut, jika melanggar di beri konsekuensi berupa teguran dan
di keluarkan dalam keanggotaan
Ø Masyarakat : menerapkan nilai
disiplin di masyarakat itu berupa mematuhi semua norma norma yg berlaku di
masyarat. Contohnya sopan santun dalam bemasyarakat, tidak melanggar norma
kebiasaan masyrakat, mematuhi tata tertip di masyarakat.
2.
Tanggung
jawab
Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa
Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. sehingga
bertanggung jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung
segala sesuatunya, danmemberikanjawabsertamenanggungakibatnya.
Tanggung jawab adalah
kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang
tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan
kesadaran akan kewajibannya.
Ø Individu :
penerapan tanggung jawab individu itu berupa tanggung jawab terhadap
diri sendiri. Tanggung
jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi
kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusian mengenai dirinya
sendiri. Contohnya: Rudi membaca sambil berjalan. Meskipun sebentar-bentar ia
melihat ke jalan tetap juga ia lengah dan terperosok ke sebuah lubang. Ia harus
beristirahat diruma beberapa hari. Konsekuensi tinggal dirumah beberapa hari
merupakan tanggung jawab ia sendiri akan kelengahannya.
Ø Kelompok: penerapan
nilai tanggung jawab dalam kelompok itu berupa tanggung jawab akan kepentingan
kelompok. Misalnya keluarga, Tanggung jawab terhadap keluarga. Contoh :
seorang ibu hidup dengan tiga anak, karena suaminya meninggal dia harus bekerja
untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya, walapun harus menjadi pelacur
sekalipun, karena demi memberikan kehidupan dan bertanggung jawab atas ketiga
anaknya.
Ø Masyarakat: penerapan
nilai tanggung jawab terhadap masyarakat itu berupa memenuhi kepentingan
masyarakat. Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain,
sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia
lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan
demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai
tanggung jawab tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya
harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Contohnya: Safi’i terlalu
congkak dan sombong, ia mengejek dan menghina orang lain yang mungkin lebih
sederhana dari pada dia. Karena ia termasuk dalam orang yang keya dikampungnya.
Ia harus bertanggung jawab atas kelakuannya tersebut. Sebagai konsekuensi dari
kelakuannya tersebut, Safi’i dijauhi oleh masyarakat sekitar. Contoh
lain : seorang ketua RT yang menjabat saat itu di daerah tempat tinggalnya
harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kesejahteraan warganya. misalnya
saja bila pada saat hari raya qurban, ketua RT setempat harus sudah mempunyai
data warga miskin yang akan menerima santunan qurban. ketua RT juga harus sigap
membantu bilamana ada warganya yang meninggal dunia, lalu ketua RT juga
menggerakan ibu-ibu PKK ditempatnya untuk membangun pos kesejahteraan untuk
kesehatan, lingkungan dan pendidikan untuk warganya.
3.
Nilai Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan
manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem
yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua
orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran
yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau
hasil yang sama. kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan menerima
bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran tcrhadap proporsi terscbut
berarti ketidak adilan.
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia schingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan difi, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
Lain lagi pendapat Socrates yang mcmproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan balk. Mengapa diproycksikan pada pemerintah, scbab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika inasyarakat.
Kong Hu Cu berpendapat lain : Kcadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah mclaksanakan kcwajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia schingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan difi, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
Lain lagi pendapat Socrates yang mcmproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan balk. Mengapa diproycksikan pada pemerintah, scbab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika inasyarakat.
Kong Hu Cu berpendapat lain : Kcadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah mclaksanakan kcwajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
ü
Individu
: penerapan nilai keadilan dalam individu itu berupa selalu menanamkan jiwa
jiwa keadilan terhadap diri sendiri sehingga kta sebagai individu mampu
menerapkan nilai-nilai keadilan dalam setiap perilaku kita. Contohnya ketika
kita membantu orang kita harus bersikap adil yaitu dengan cara tidak
membeda-bedakan orang, memberikan porsi yg sama.
ü
Kelompok:
penerapan keadilan dalamkelompok itu berupa pengakuan persamaan derajat dalam
sebuah kelompok. Contohnya ketika diskusi kelompok ketika ada yang bertanya
kita harus memilih orang dengan cara tidak membedakan.
ü
Masyarakat:
penerapan di masyarakat berupa keadilan sosial,
seperti pemerataan ekonomi, persamaan hak. Contohnya seorang pemimpin
harus memberikan bantuan sosial kepada seluruh lapisan masyarakat atas dasar
persamaan derajat.
4.
SABAR
Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit
dengan tidak mengeluh. [1] sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga
dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan
jiwa orang yang memilikinya. Semakin
tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam
menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan. Sabar juga sering dikaitkan dengan
tingkah laku positif yang ditonjolkan oleh individu atau seseorang.
Û
Individu:
menerapkan nilai-nilai kesabaran dalam individu itu berupa pengendalian menahan
emosi agar tetap sabar. Contohnya: saya sebagai mahasiswa harus selalu sabar
dalam menghadapi segala suka duka pendidikan yg penuh dengan tantangan seperti
ujian, tugas . kita sebagai individu pribadi harus selalu sabar dalam
menghadapi kehidupan yang penuh dengan cobaan
Û
Kelompok:
penerapan nilai kesabaran dalam kelompok itu berupa penanaman nilai-nilai
kesabaran setiap anggota kelompok. Contohnya kita sebagai anggota kelompok
organisasi harus selalu sabar dalam menghadpi setiap tantangan yg dihadapi
kelompok kita seperti tantangan dalam menyesaikan persoalan. Dalam keluarga
ketika menghadapi cobaan dengan cara menerapkan nilai nilai kesabaran.
Û
Masyarakat:
penerapan nilai kesabaran dalam kehidupan bermasyarakat itu berupa pemberian
pemahaman kepada masyarakat .contohnya dalam cobaan menghadapi bencana alam
seperti banjir, gunung meletus dan sebagainya, masyarkat di harapkan sabar dan bertabah hati karena cobaan itu selalu
ada hikmahnya.
5.
kejujuran
Jujur atau kejujuran mengacu pada aspek karakter, moral dan berkonotasi atribut positif dan berbudi luhur seperti integritas, kejujuran,
dan keterusterangan, termasuk keterusterangan
pada perilaku, dan beriringan dengan tidak adanya kebohongan, penipuan, perselingkuhan, dll Selain itu, kejujuran berarti dapat dipercaya, setia, adil, dantulus.
« Individu;
sebagai seorang indivdu kita harus selalu meanamkan mainstage nilai nilai
kejujuran agar kita selalu berprilaku jujur. Karena kejujuranitu bersumber dari
hati nurani setiap individu dan di implementasikan dalam kehidupan. Contohnya
dalam bertindak kita tidak boleh membohongi diri kita sendiri, seperti
berbohong dalam berkata.
« Kelompok:
penerapannya kita sebagai bagian dari kelompok harus jujur dalam berperilaku
terhadap anggota lainnya agar kita selali di berikan kepercayaan
« Masyarakat
; penerapannya ketika kita bersosialisasi di masyarakat kita harus jujur dalam
tindakan dan perkataan .
6.
Bersih
Ø Individu:
penerapannya seperti menjaga kebersihan diri dengan cara seperti mandi, sikat
gigi, cuci tangan. Kebersihan hati juga harus dilakukan dengan cara membaca
kitab suci sehingga mendapatkan pencerahan spritual.
Ø Kelompok:
penerapannya seperti membersihkan rumah dalam kelompok keluarga, dsb
Ø Masyarakat:
penerapannya dalam masyarakat seperti gotong royong memberisihkan lingkungan.
7.
damai
Damai memiliki banyak arti: arti kedamaian berubah sesuai dengan
hubungannya dengan kalimat. Perdamaian dapat menunjuk ke persetujuan mengakhiri
sebuah perang, atau ketiadaan perang, atau ke sebuah periode di mana sebuah
angkatan bersenjata tidak memerangi musuh. Damai dapat juga berarti sebuah
keadaan tenang, seperti yang umum di tempat-tempat yang terpencil, mengizinkan
untuk tidur atau meditasi. Damai dapat juga menggambarkan keadaan emosi dalam
diri dan akhirnya damai juga dapat berarti kombinasi dari definisi-definisi di
atas. Dalam beberapa hubungan, damai dapat menunjuk secara umum ke keadaan tenang - ketiadaan gangguan atau godaan
Ì Individu:
penerapannya berupa damai dalam diri. suatu arti
dari damai menunjuk ke damai dalam diri; sebuah keadaan pikiran, badan, dan jiwa, yang dikatakan terjadi di dalam diri kita. Orang yang
melakukan eksperimen dengan damai dalam diri mengatakan bahwa rasa ini tidak
tergantung oleh waktu, orang, atau tempat, menekankan bahwa setiap individu
dapat mengalami ketenangan dalam diri di dalam suatu peperangan. Dalam
bertindak kita haru selalu tenanga agr perasaan damai selalu muncul
Ì Kelompok: penerapannya seperti setiap kelompok harus
menjunjung nilai damai. Dalam keluarga jangan ribut, hindari cek cok.
Ì Masyarakat: selalu menjaga perdamaian di masyarakat. Seperti
menghindari hal hal yg mengganggu ketenangan berupa perang, cek cok antar
masyarakat, ricuh.
8.
terbuka
Artinya tidak terbatas terhadap
orang tertentu, tidak dirahasiakan.
9.
Kerja keras
Kerja keras adalah kegiatan yang dikerjakan secara
sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah atau berhenti sebelum target kerja tercapai dan selalu mengutamakan atau memperhatikan kepuasan
hasil pada setiap kegiatan yang dilakukan.
ü
Individu: penerapan nilai kerja keras itu dengan
cara mampu memotivasi diri untuk selallu bekerja dengan sungguh-sungguh agar
target atau sasaran yang ingin kita capai dapat terpenuhi. Mereka dapat
memanfaatkan waktu optimal sehingga kadang-kadang tidak mengenal waktu, jarak,
dan kesulitan yang dihadapainya. Mereka sangat bersemangat dan berusaha keras
untuk meraih hasil yang baik dan maksimal.
ü
Kelompok:
penerapan dalam kelompok itu dilakukan dengan cara mampu memotivasi setiap
anggota kelompok agr selalu bekerja keras untuk mencapai tujuan-tojuan kelompok
tersebut. Contohnya dalam keluarga ketika orang tua ingin menyekolahkan
anaknya, maka orang tua akan bekerja keras mneci uang untuka menyekolahkan
anaknya.
ü
Masyarakat:
nilai nilai kerja keras di masyarakat itu dilakukan secara bergotong royong,
seperti kerja bakti membersihkan lingkungan, membangun desa. Semua itu
dilakukan dengan kerja kera untuk mencapai tujuan bersama.
10.
Tidak mementingkan diri sendiri
®
Individu: Kita sebagai diri pribadi tidak boleh
bersikap hanya mementingkan diri sendiri, karena sikap seperti itu tidak dapat
menghubungkan kita dengan individu lainnya, karena terlau egois. Dengan cara
menolong orang yg membutuhkan pertolongan
®
Kelompok: penerapan di didalam kelompok itu
sangat pnting tintang nilai nilai tidak mementingkan diri sendiri. Seperti,
sebuah keluarga harus mampu menunjukan sifat tidak mementingkan diri sendiri
seperti menolong tetangga yg lagi mmbutuhkan.
®
Masyarakat: di dalam mayarakat kita harus mampu
menerapkan nilai ini dengan cara membantu warga, titdk pelit terhadap warga,
sedekah.
11.
Objektif
Berararti mengenai keadaan yg sebenarnya tanpa dipengaruhi
pendapat atau pandangan pribadi (adjektiva)
Keobjektifan pada dasarnya tidak berpihak, di mana sesuatu
secara ideal dapat diterima oleh semua pihak, karena pernyataan yang diberikan
terhadapnya bukan merupakan hasil dari asumsi (kira-kira), prasangka, ataupun nilai-nilai yang dianut oleh
subjek tertentu.
F
Individu:
Kita sebagai individu harus selalu berpikir objektif, agar ketika kita
menggungkapkan pikiran ke publik dapat diterima orang lain, dan agr dapat di
orang lain
F
Kelompok:
ketika kita menyampaikan pandangan kita dalam kelompok harulah objektik agar
anggota kelompok yg lain dapt menerimanya dan dapat memahaminya.
F
Masyarakat:
ketika kita terjun di msyarakat mak kita melakukansesuatu harus objektif agar
masyarakat mamu mencerna dan memahami. Contohnya ketika sesorang pemimpin
berpidato dalam masyarakat harus objektif, pendapat itu harus ada unsur
objektif.
12.
Percaya diri sendiri
F
Individu: kita sebagai individu harus mampu
menanamkan nilai rasa kepercayan diri, contonhnya ketitka berbicara di depan
audiens kia harus percaya diri bahwa kita bisa, jangan takut, mental harus
dikuatkan.
F
Kelompok: sebuah kelompok harus menanamkan nilai
kepercayaan diri. Ketika kelompok tersebut berhadapan dengan kelompok lainnya
harus percaya diri bahwa kelompok saya
mampu.
F
Masyarakat; masyarakat harus selalu percaya diri
bahwa meraka bisa mengatasi masalah. Sperti
percya dri ketika melakukan kerja bakti.
13.
Keteladanan
Berarti hal hal yg dapt ditiru dan di contoh
orang lain.
@
Individu: kita sebagai individu yg baik harus
mampu menjadi teladan yg baik bagi individu yang lainya. Mampu memberikan
contoh conton yg bik. Seperti memberi telaan tentang tidak membuang sampah
smbarangan
@
Kelompok: seorang pemimpin kelompo harus mampu
menjadi teladan bagi anggotanya. Contohnya dalam keluarga, seorang ayah harus
menjadi teladan yg bai bagi anaknya, sperti tidak merokok, sopan santun.
@
Masyarakat: seorang pemimpin masyarakat harus
menjadi teladan yag baik, yaitu mengajarkn sesuatu malui perilakunya sendiri.
Contohnya mahatma gandhi yg memberi teladan tentang ahimsa yaitu tidak
menyakiti mahluk hidup lain, dengan cara vegetarian.
14.
Berprinsip
ü
Individu:
Mereka yang
mempunyai kepribadian yang tangguh akan bisa membentengi dirinya dari banyak
hal yang buruk yang akan menghalangi dirinya untuk bisa maju. Kemajuan yang
bisa didapatkan oleh seseorang memang tidak bisa terjadi secara instant,
melainkan dengan proses yang panjang dan perjuangan yang sangat keras. Pribadi
yang berprinsip akan bisa menjalani proses ini tanpa menyerah dengan semua
halangan dan rintangan yang ada. Namun tentunya tetap melihat keadaan sekitar.
Menjadi orang yang terlalu berambisi dalam melakukan sesuatu dan tidak
memperdulikan orang lain adalah sesuatu yang buruk. Contohnya prinsip saya ,
harus selalu belajar. Agar sukses
ü
Kelompok: sebuah kelompok harus memiliki prinsipprinsip yg menjadi
patokan.
ü
Masyarakat: suatu tatanan masyarakat yg baik pasti memeiliki
prinsip yg mereka yakini, sehingga semua anggota masyarakat mematuhinya
15.
Integritas
Berarti mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh
sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan; kejujuran;
(nomina)
Integritas berasal dari bahasa Latin integer; incorruptibility ,
firm adherence to a code of especially moral a acristic values, yaitu , sikap yang teguh
mempertahankan prinsip , tidak mau korupsi, dan menjadi dasar yang melekat pada
diri sendiri sebagai nilai-nilai moral.
Individu: penerapan dalam individu itu dilakukan melaui proses
sikap yg teguh, tidak mau korupsi dan menjadi dasr nilai moral yg melekat pada
diri sendiri. Integritas bukan
hanya sekedar bicara, pemanis retorika, tetapi juga sebuah tindakan. Bila
kita menelusuri karakter yang dibutuhkan parah pemimpin saat ini dan
selamanya mulai dari integritas, kredibilitas dan segudang karakter muliah yang
lainnya-pastilah akan bermuara pada pribadi agung manusia pilihan al-mustofa
Muhammad saw. Yang di utus untuk menyempurnakan karakter manusia. Karakter
integritas itu menjadi nilai dasr dalam
individu untuk menjadi seorang pemimpin sehingga dapat dipercaya. Integritas berarti mutu, sifat, atau keadaan yang
menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang
memancarkan kewibawaan; kejujuran. Seseorang yang memiliki integritas pribadi
akan tampil penuh percaya diri, anggun, tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal
yang sifatnya hanya untuk kesenangan sesaat.
Kelompok: setiap angota kelompok harus memiliki karakter
integritas yg tinggi agar kelompok tersebut memiliki wibawa dan profesioalitas
yg tinggi dan dapat di percaya. Seorang
pemimpin kelompok harus berintegritas agar mampu memimpin kelompknya. Integritas berarti membuktikan tindakannya sesuai ucapannya.
Masyarakat: seorang pemimpin masyarakat harus memiliki jiwa
integirtas, agar mapu di percayai oleh masyarakat. Integritas adalah satu kata
dengan perbuatan, dia berkata jujur dan tentu saja tidak akan bohong. Ketika
mengucapkan sesuatu di masyarakat seorang pemimpin harus mampu mwujudkannya
secara real melaluitindakan yg nyata. Integritas dan kepemimpinan sangat erat
satu sama lain. Stephen Covey (2006) menyebutkan integrity is doing what we say
will do. Seorang pemimpin harus dapat bertindak secara konsisten
antara kata dan perbuatan. Integritas yaitu apa yang kita lakukan sesuai dengan
apa yang kita ucapkan. Karena orang-orang yang kita pimpin akan melihat sampai
sejauhmana kita melaksanakan apa yang kita ucapkan, sehingga mereka akan
mengikuti apa yang kita perintahkan.
16. Sopan
Sopan santun ialah suatu tingkah laku yang amat populis dan
nilai yang natural. Sopan santun sebagai sebuah konsep nilai tetapi bukan
dipahami. Sopan santun sebuah ideologi yang memerlukan konseptualisasi. Itulah
pengertian umum dari sopan santun. Menurut saya pribadi sopan santun itu adalah
sikap seseorang terhadap apa yang ia lihat, ia rasakan, dan dalam situasi,
kondisi apapun. Sikap santun yaitu baik, hormat, tersenyum, dan taat kepada
suatu peraturan.
¨
Individu:
penerapannya melalui penanaman sikap santun dalam diri untuk melakukan hubungan
dengan orang lain. Sikap santun yaitu baik,
hormat, tersenyum, dan taat kepada suatu peraturan. Sikap sopan santun yang
benar ialah lebih menonjolkan pribadi yang baik dan menghormati siapa saja.
Dari tutur bicara pun orang bisa melihat kesopanan kita. Baik/buruk, misalnya
lagi dalam situasi yang ramai dimana kita akan melewati jalan itu, jika kita
sopan pasti kita akan mengucapkan kata permisi pak, bu…..dalam berteman pun
seperti itu lebih menghargai pendapat teman walaupun pendapat itu berbeda,
sebenarnya pengertian sopan santun ini sudah umum. Dan mungkin semua orang
sudah mengerti apa itu sopan santun, karna sifat ini telah ditanamkan sejak
kecil pada diri individu tersebut. Dan bagaimana kita mengembangkannya saja.
Dalam kehidupan kita dan disekitar kita.
¨
Kelompok:
penerapannya ketika kita berhubungan dengan kelompok lainnya kita harus mamu
menunjukan sifat yg sopan dalam berkomunikasi.
Seperti didalam kelas dalam situasi dosen sedang menjelaskan materi lalu kita harus
memperhatikan seseorang yang ada didepan kita. Dengan menunjukan sikap yang
memperhatikan, mendengarkan dengan baik, dan bila bertanya pun harus dengan
yang baik.
¨
Masyrakat: Di era
globalisasi ini nilai nilai sopan santun di masyarakt terasa mulai meluntur,
mungkin karena pengaruh budaya barat. Kearifan budaya lokal bangsa ini seakan
tertutupi oleh budya barat yg tidak sesuai dengan budaya kita, seperti karakter
sopan yg di miliki masyarat kita ketika saling berhubungan saling menghormati,
tutur kata yg sopan sehingga tidak menyinggun perasaan orang lain. Teapi budaya
barat yg cenderung individualistik dan bebas sifat sopan meeka tidak ada. Masing-masing bagian
negara memiliki cara sopan santunnya masing-masing, sehingga seharusnya
masyarakat Indonesia tak menerapkan gaya orang luar di negaranya sendiri.
Mengingat pepatah nan mengatakan bahwa “Dimana bumi di pijak, di situ langit
dijunjung” maka, memang sudah seharusnya masyarakat Indonesia bersikap sopan
dan santun sinkron dengan konsep nan ada di Indonesia.
17.
Skeptis
Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti
(meragukan, mencurigakan) contohnya; kesulitan itu telah banyak menimbulkan
skeptisisme terhadap kesanggupan dalam menanggapi gejolak hubungan
internasional. Menurut kamus besar bahasa indonesia skeptis yaitu kurang percaya, ragu-ragu
(terhadap keberhasilan ajaran dsb): contohnya; penderitaan dan pengalaman
menjadikan orang bersifat sinis dan skeptis. Jadi secara umum skeptisisme
adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum
tentu kebenarannya.
F
Individu:
seornga individu seharusnya menghilangkan sikap keragu-raguannya dalam
menghadapi sesuatu. Contohnya ketika memilih sesuatu kita aus percaya terhadap
pilihan kita. Sifat keragu-raguan diguanakan ketika sedang berinovasi dan
menciptakan sesuatu, agar dapat menghasilkan yg baru dan lebih sempurna
F
Kelompok:
ketika sebuah kelompok menemukan sebuah
gagasan biasanya ragu ragu, sehingga menimbulkan pertanyaan, dari pertanyan
menimbulakan penjelasan baru
F
Masyarakat:
bisanya di masyrakat mereka masih ragu akan keberhasilan seorang pemimpin, dan
dalam memberikan kepercayaan.
18. Bertekun
Ø
Individu:
seorang individu harus tekun untuk dapat meraih ksuksesan. Tekun adalah salah satu sifat dari orang sukses. Orang yang
sukses di bidang apa pun memiliki sifat tekun. Dengan tekun orang akan terjauh
dari sifat putus asa, orang senantiasa setia terhadap tanggung jawabnya,
pekerjaan sulit menjadi mudah.
Ø
Kelompok: dalam meraih keberhasilan dan kesuksesan suatu
kelompok harus tekun dan ulet. Contohnya keluarga harus bekerja kers dan
tekununtuk mencari uang agr kaya.
Ø
Masyarakat: didalam suatu masyarakat mereka selalu tekun dan
kerja keras untu memenuhi kebuhan hidup mereka dan pembngunan ekonomi.
19. Optimis
Adalah
sifat yg selalu berharapan baik dalam melakukan hal selalu berpandangan baik
dalam menghadapi segala hal.
ü
Individu:
Penerapan nilai nilai optimis di dalam individu itu sangat di perlukan. Orang
yg optimistis akan lebih berhasil di bandingkan dengan mereka yg pesimis, karena
orang yang optimis memiliki rasa percaya diri dan harapan baik mereka tinggi
dalam melakukan sesuatu. Contohnya ketika seornag individu melakukan usaha dia
harus optimis bahwa usahanya akan sukses.
ü
Kelompok:
penerapan dalam kelompok itu setiap
anggota kelompok harus optimis dalam melakukan kegiatan, agar kelompok tersebut
meraih kesuksesan. Contohnya ketika bekerja di suatu kelompok sebuah perusahan,
setiap anggota harus optimis bahwa kegiatannya pasti berhasil.
ü
Masyrakat:
masyarakat yg optimistis adalah masyarakat yg selau berpandangan baik dalam
melakukan segala hal. Ketika pemerintah melakukn pembangunan masyarakat harus
optimis bahwa pembngunan tersebut berhasil.
20. Toleransi
v
Individu:
sebagai pribadi yg baik kita harus lebih toeran dalam berhubungan dengan orang
lain. Cara berpikir kita haruslah lebih toleran. Karena orang yg toleran tidak
pernah mempunyai musuh, karena dia menghargai perbedaan, rendah hati.
v
Kelompok:
penerapannya biasa di dalam kelompok keluarga. Sebuah keluarga yg memiliki
sifat toleran biasanya meraka mudah bergaul di masyarakat, merka rendah hati
terhadap orang lain, tidak mengusik orang lain krena perbedaan, seperti
perbedaan agama, suku, dsb.
v
Masyarakat:
masyarakat yg toleran biasanya memiliki tingkat kemajemukan tinggi. Di dalam
suatu lingkungan masyarakat biasanya terdiri dari banyak suku, agama, ras,
semua itu tidaklah menjadi halangan karena merka toleran.
21.
Taat:
Berarti selalu tunduk
Individu: penerapannya seperti taat beribadadah,
taat terhadap norma norma, taat peraturan, patuh terhadap orang tua.
Kelompok : penerapannya seperti taat pada
perintah pimpinan kelompok, di dalam keluarga taat pada ayah.
Masayrakat:
penerapannya seperti masyarakat yg selalu tunduk dan taat terhadap
peraturan, norma.
22.
Sederhana
1. bersahaja; tidak berlebih-lebihan
(adjektiva)
2. sedang (dl arti pertengahan, tidak
tinggi, tidak rendah, dsb) (adjektiva)
3. tidak banyak seluk-beluknya (kesulitan
dsb); tidak banyak pernik; lugas (adjektiva)
v
Individu: penerapannya seperti: memakai pakaian
yg sederhana, tidak sombong, tidak berlebih lebihan terhadap apa yg kita punya.
v
Kelompok: suatu kelompok harus berpikir yg lebih
sederhana dalam menyelesaikan masalah yg ada di dalam kelompok.
v
Masyarakat: suatu tatanan masyarakat yg
sederhana bisanya terdapat di pedalaman, desa desa, kampung. Mereka selalu
hidup sederhana sesuai apa yg di berikan alam.
23.
Sportif
1. bersifat kesatria, jujur, dsb
(adjektiva)
2. tegap; gagah (adjektiva)
Sportivitas adalah sikap adil (jujur) thd lawan; sikap bersedia
mengakui keunggulan (kekuatan, kebenaran) lawan atau kekalahan (kelemahan,
kesalahan) sendiri; kejujuran; kesportifan (nomina)
o
Individu: penerapannya berupa selalu bersikap
kesatria ketika melakukan sesuatu. Misalnya ketika bertanding harus sportif
berarti jujur tidak curang.
o
Kelompo: seorang ppimpinanan kelomok harus lebih
sportif ketika menjalankan tugas dan memerintah
o
Masyarakat: masyarakat yg sportif berarti
masayarakat yg memiliki jiwa ksatria, tidak curangdalam bertindak. Seperti
ketika persaingan usaha, harus jujur tidak curang.
24.
Ingin Tau
¨
Individu: kita sbagai individu harus memiliki
jiwa ingin tahu yg tinggi, seperti mencari informasi, membaca buku, mencari hal
hal baru
¨
Kelompok:
ketika bekerja harus memiliki rasa ingin tahu, berupa mencari informasi
¨
Masyarakat: rasa ingin tahu masyarkat yg tinggi
di buktikan ketika menonton berita, membaca koran, majalah, buku
25.
Kritis
®
Individu:
penerapan nilai nilai karakter kritis ini seperti kita sebagai individu
harus lebih kritis dalam menyikapi sesuatu dan mampu menjadi seorang aktivis
®
Kelompok: penerapannya seperti di kelompok
mahasiswa yg aktivis, mereka biasanya mengritisi kesalah pemerintah dengan cara
demo
®
Masyarakat yg kritis biasanya ketika mereka
mengritik kebijakan pemeintah yg tidak pro rakyat
26.
Memaafkan
ü
Individu yg baik harus memiliki sifat pemaaf,
mau memaafkan orang yg berbuat salah pada dirinya, tidak pendendam
ü
Kelompok: dalam keluarga yg baik harus memiliki
sifat pemaaf, tidak memusuhi tetangga yg mempunyai kesalahan
ü
Masyarakat: dalam masyarakat yg pemaaf biasanya
tidak pernah cek cok, ricuh, dsb.
MUNGKIN ITU YG DAPAT SAYA JELASKAN, KALAU ADA KESALAHAN
HARAP DI MAKLUMI KARENA SAYA MASIH TAHAP BELAJAR DAN TAK ADA GADING YG TAK
RETAK......
TERIMA KASIH

