Saturday, 14 May 2016

TUGAS PENDIDIKAN KARAKTER DAN ANTI KORUPSI
PENERAPAN NILAI KARAKTER DALAM INDIVIDU,KELOMPOK DAN MASYARAKAT









DI SUSUN OLEH:
                                I WAYAN AGUS NOVA SAPUTRA
                                D 101 15 016
                                BT 1 (A)


2016
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS TADULAKO



Penerapan nilai nilai karakter dalam individu kelompok dan masyarakat :
1.      Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
Ø  Individu : menerapkan nilai disiplin dalm individu itu berupa disiplin diri. Disiplin diri merujuk pada pelatihan yang didapatkan seseorang untuk memenuhi tugas tertentu atau untuk mengadopsi pola perilaku tertentu, walaupun orang tersebut lebih senang melakukan hal yang lain. Sebagai contoh, seseorang mungkin saja tidak melakukan sesuatu yang menurutnya memuaskan dan menyenangkan dengan membelanjakan uangnya untuk sesuatu yang ia inginkan dan menyumbangkan uang tersebut kepada organisasi amal dengan pikiran bahwa hal tersebut lebih penting. Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa Latin “disibel” yang berarti Pengikut. Seiring dengan perkembangan zaman, kata tersebut mengalami perubahan menjadi “disipline” yang artinya kepatuhan atau yang menyangkut tata tertib. Disiplin memerlukan integritas emosi dalam mewujudkan keadaan. Disiplin diri berawal dari hal-hal kecil, seperti misalnya bagi pelajar yang mampu membagi waktu untuk belajar dan membagi waktu untuk bermain sehingga tak menimbulkan suatu pertabrakan kegiatan pada waktu yang sama. Disiplin diri juga bisa kita lihat dengan contoh sederhana yaitu dengan pelajar tersebut mengerjakan PR (pekerjaan rumah) dan dikumpulkan di sekolah tepat pada waktunya.
Ø  Kelompok : menerapkan nilai disiplin dalam kelompok itu berupa mematuhi aturan aturan yang ada dalam kelompok, kita sebagai anggota kelompok harus mengikuti dan menaati peraturan. Jika kita sudah menepapkan itu semua berarti kita telah melaksanakan nilai disiplin dalam kelompok. Contoh dalam kelompok belajar ada peraturan tentang datang tepat waktu, tidak boleh ribut, jika melanggar di beri konsekuensi berupa teguran dan di keluarkan dalam keanggotaan
Ø  Masyarakat : menerapkan nilai disiplin di masyarakat itu berupa mematuhi semua norma norma yg berlaku di masyarat. Contohnya sopan santun dalam bemasyarakat, tidak melanggar norma kebiasaan masyrakat, mematuhi tata tertip di masyarakat.
2.      Tanggung jawab
Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. sehingga bertanggung jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, danmemberikanjawabsertamenanggungakibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Ø  Individu :  penerapan tanggung jawab individu itu berupa tanggung jawab terhadap diri sendiri. Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusian mengenai dirinya sendiri. Contohnya: Rudi membaca sambil berjalan. Meskipun sebentar-bentar ia melihat ke jalan tetap juga ia lengah dan terperosok ke sebuah lubang. Ia harus beristirahat diruma beberapa hari. Konsekuensi tinggal dirumah beberapa hari merupakan tanggung jawab ia sendiri akan kelengahannya.
Ø  Kelompok: penerapan nilai tanggung jawab dalam kelompok itu berupa tanggung jawab akan kepentingan kelompok. Misalnya keluarga, Tanggung jawab terhadap keluarga. Contoh : seorang ibu hidup dengan tiga anak, karena suaminya meninggal dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya, walapun harus menjadi pelacur sekalipun, karena demi memberikan kehidupan dan bertanggung jawab atas ketiga anaknya.
Ø  Masyarakat: penerapan nilai tanggung jawab terhadap masyarakat itu berupa memenuhi kepentingan masyarakat. Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Contohnya: Safi’i terlalu congkak dan sombong, ia mengejek dan menghina orang lain yang mungkin lebih sederhana dari pada dia. Karena ia termasuk dalam orang yang keya dikampungnya. Ia harus bertanggung jawab atas kelakuannya tersebut. Sebagai konsekuensi dari kelakuannya tersebut, Safi’i dijauhi oleh masyarakat sekitar. Contoh lain : seorang ketua RT yang menjabat saat itu di daerah tempat tinggalnya harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kesejahteraan warganya. misalnya saja bila pada saat hari raya qurban, ketua RT setempat harus sudah mempunyai data warga miskin yang akan menerima santunan qurban. ketua RT juga harus sigap membantu bilamana ada warganya yang meninggal dunia, lalu ketua RT juga menggerakan ibu-ibu PKK ditempatnya untuk membangun pos kesejahteraan untuk kesehatan, lingkungan dan pendidikan untuk warganya.
3.    Nilai Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama. kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran tcrhadap proporsi terscbut berarti ketidak adilan.
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia schingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan difi, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
Lain lagi pendapat Socrates yang mcmproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan balk. Mengapa diproycksikan pada pemerintah, scbab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika inasyarakat.
Kong Hu Cu berpendapat lain : Kcadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah mclaksanakan kcwajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
ü  Individu : penerapan nilai keadilan dalam individu itu berupa selalu menanamkan jiwa jiwa keadilan terhadap diri sendiri sehingga kta sebagai individu mampu menerapkan nilai-nilai keadilan dalam setiap perilaku kita. Contohnya ketika kita membantu orang kita harus bersikap adil yaitu dengan cara tidak membeda-bedakan orang, memberikan porsi yg sama.
ü  Kelompok: penerapan keadilan dalamkelompok itu berupa pengakuan persamaan derajat dalam sebuah kelompok. Contohnya ketika diskusi kelompok ketika ada yang bertanya kita harus memilih orang dengan cara tidak membedakan.
ü  Masyarakat: penerapan di masyarakat berupa keadilan sosial,  seperti pemerataan ekonomi, persamaan hak. Contohnya seorang pemimpin harus memberikan bantuan sosial kepada seluruh lapisan masyarakat atas dasar persamaan derajat.
4.       SABAR
Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. [1] sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya. Semakin tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan. Sabar juga sering dikaitkan dengan tingkah laku positif yang ditonjolkan oleh individu atau seseorang.
Û    Individu: menerapkan nilai-nilai kesabaran dalam individu itu berupa pengendalian menahan emosi agar tetap sabar. Contohnya: saya sebagai mahasiswa harus selalu sabar dalam menghadapi segala suka duka pendidikan yg penuh dengan tantangan seperti ujian, tugas . kita sebagai individu pribadi harus selalu sabar dalam menghadapi kehidupan yang penuh dengan cobaan
Û    Kelompok: penerapan nilai kesabaran dalam kelompok itu berupa penanaman nilai-nilai kesabaran setiap anggota kelompok. Contohnya kita sebagai anggota kelompok organisasi harus selalu sabar dalam menghadpi setiap tantangan yg dihadapi kelompok kita seperti tantangan dalam menyesaikan persoalan. Dalam keluarga ketika menghadapi cobaan dengan cara menerapkan nilai nilai kesabaran.
Û    Masyarakat: penerapan nilai kesabaran dalam kehidupan bermasyarakat itu berupa pemberian pemahaman kepada masyarakat .contohnya dalam cobaan menghadapi bencana alam seperti banjir, gunung meletus dan sebagainya, masyarkat di harapkan sabar  dan bertabah hati karena cobaan itu selalu ada hikmahnya.
5.       kejujuran
Jujur atau kejujuran mengacu pada aspek karakter, moral dan berkonotasi atribut positif dan berbudi luhur seperti integritas, kejujuran, dan keterusterangan, termasuk keterusterangan pada perilaku, dan beriringan dengan tidak adanya kebohongan, penipuan, perselingkuhan, dll Selain itu, kejujuran berarti dapat dipercaya, setia, adil, dantulus.
«    Individu; sebagai seorang indivdu kita harus selalu meanamkan mainstage nilai nilai kejujuran agar kita selalu berprilaku jujur. Karena kejujuranitu bersumber dari hati nurani setiap individu dan di implementasikan dalam kehidupan. Contohnya dalam bertindak kita tidak boleh membohongi diri kita sendiri, seperti berbohong dalam berkata.
«    Kelompok: penerapannya kita sebagai bagian dari kelompok harus jujur dalam berperilaku terhadap anggota lainnya agar kita selali di berikan kepercayaan
«    Masyarakat ; penerapannya ketika kita bersosialisasi di masyarakat kita harus jujur dalam tindakan dan perkataan .
6.       Bersih
Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau.
Ø  Individu: penerapannya seperti menjaga kebersihan diri dengan cara seperti mandi, sikat gigi, cuci tangan. Kebersihan hati juga harus dilakukan dengan cara membaca kitab suci sehingga mendapatkan pencerahan spritual.
Ø  Kelompok: penerapannya seperti membersihkan rumah dalam kelompok keluarga, dsb
Ø  Masyarakat: penerapannya dalam masyarakat seperti gotong royong memberisihkan lingkungan.
7.       damai
Damai memiliki banyak arti: arti kedamaian berubah sesuai dengan hubungannya dengan kalimat. Perdamaian dapat menunjuk ke persetujuan mengakhiri sebuah perang, atau ketiadaan perang, atau ke sebuah periode di mana sebuah angkatan bersenjata tidak memerangi musuh. Damai dapat juga berarti sebuah keadaan tenang, seperti yang umum di tempat-tempat yang terpencil, mengizinkan untuk tidur atau meditasi. Damai dapat juga menggambarkan keadaan emosi dalam diri dan akhirnya damai juga dapat berarti kombinasi dari definisi-definisi di atas. Dalam beberapa hubungan, damai dapat menunjuk secara umum ke keadaan tenang - ketiadaan gangguan atau godaan
Ì Individu: penerapannya berupa damai dalam diri. suatu arti dari damai menunjuk ke damai dalam diri; sebuah keadaan pikiran, badan, dan jiwa, yang dikatakan terjadi di dalam diri kita. Orang yang melakukan eksperimen dengan damai dalam diri mengatakan bahwa rasa ini tidak tergantung oleh waktu, orang, atau tempat, menekankan bahwa setiap individu dapat mengalami ketenangan dalam diri di dalam suatu peperangan. Dalam bertindak kita haru selalu tenanga agr perasaan damai selalu muncul
Ì Kelompok: penerapannya seperti setiap kelompok harus menjunjung nilai damai. Dalam keluarga jangan ribut, hindari cek cok.
Ì Masyarakat: selalu menjaga perdamaian di masyarakat. Seperti menghindari hal hal yg mengganggu ketenangan berupa perang, cek cok antar masyarakat, ricuh.
8.       terbuka
Artinya tidak terbatas terhadap orang tertentu, tidak dirahasiakan.
*       Individu: kita sebagai mahlik individu harus mampu menerapkan nilai kerbukaan dengan cara tidak merahasiakan tentang diri kita pada orang lain. Kita jangan menutupi hal hal, ibaratnya jangan bersembunyi di belakang jari telunjuk. Tetapi keterbukaan itu ada batasnya, yaitu berupa privasi karena filosofi bangsa timur segala ssuatu ada batasanya, kebebasan bukan berarti sebebas-bebasnya, keterbukaan bukan berati bukaan. Apapapun yg tidak patut dirahasikan jangan di rahasiakan.
*       Kelmpok: Dalam berkehidupan kelompok sebaiknya jangan merahasiakkan hal ahl yg tidak bai. Contohnya di  keluarga, ketika seorang ayah mendapat gaji sebaiknya harus memberitahukan gaji yg ia dapatkan, jangan disembunyikan jika dapat banyak.
*       Masyarakat: implementasi nilai eterbukaan di masyarakt itu sangat penting, misalnya penyebaran informasi ygdi btuhkan masyrakat.
9.       Kerja keras
Kerja keras adalah kegiatan yang dikerjakan secara sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah atau berhenti sebelum target kerja tercapai dan selalu mengutamakan atau memperhatikan kepuasan hasil pada setiap kegiatan yang dilakukan.
ü  Individu: penerapan nilai kerja keras itu dengan cara mampu memotivasi diri untuk selallu bekerja dengan sungguh-sungguh agar target atau sasaran yang ingin kita capai dapat terpenuhi. Mereka dapat memanfaatkan waktu optimal sehingga kadang-kadang tidak mengenal waktu, jarak, dan kesulitan yang dihadapainya. Mereka sangat bersemangat dan berusaha keras untuk meraih hasil yang baik dan maksimal.
ü  Kelompok: penerapan dalam kelompok itu dilakukan dengan cara mampu memotivasi setiap anggota kelompok agr selalu bekerja keras untuk mencapai tujuan-tojuan kelompok tersebut. Contohnya dalam keluarga ketika orang tua ingin menyekolahkan anaknya, maka orang tua akan bekerja keras mneci uang untuka menyekolahkan anaknya.
ü  Masyarakat: nilai nilai kerja keras di masyarakat itu dilakukan secara bergotong royong, seperti kerja bakti membersihkan lingkungan, membangun desa. Semua itu dilakukan dengan kerja kera untuk mencapai tujuan bersama.
10.   Tidak mementingkan diri sendiri
®  Individu: Kita sebagai diri pribadi tidak boleh bersikap hanya mementingkan diri sendiri, karena sikap seperti itu tidak dapat menghubungkan kita dengan individu lainnya, karena terlau egois. Dengan cara menolong orang yg membutuhkan pertolongan
®  Kelompok: penerapan di didalam kelompok itu sangat pnting tintang nilai nilai tidak mementingkan diri sendiri. Seperti, sebuah keluarga harus mampu menunjukan sifat tidak mementingkan diri sendiri seperti menolong tetangga yg lagi mmbutuhkan.
®  Masyarakat: di dalam mayarakat kita harus mampu menerapkan nilai ini dengan cara membantu warga, titdk pelit terhadap warga, sedekah.
11.   Objektif
Berararti mengenai keadaan yg sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi (adjektiva)   Keobjektifan pada dasarnya tidak berpihak, di mana sesuatu secara ideal dapat diterima oleh semua pihak, karena pernyataan yang diberikan terhadapnya bukan merupakan hasil dari asumsi (kira-kira), prasangka, ataupun nilai-nilai yang dianut oleh subjek tertentu.
F  Individu: Kita sebagai individu harus selalu berpikir objektif, agar ketika kita menggungkapkan pikiran ke publik dapat diterima orang lain, dan agr dapat di orang lain
F  Kelompok: ketika kita menyampaikan pandangan kita dalam kelompok harulah objektik agar anggota kelompok yg lain dapt menerimanya dan dapat memahaminya.
F  Masyarakat: ketika kita terjun di msyarakat mak kita melakukansesuatu harus objektif agar masyarakat mamu mencerna dan memahami. Contohnya ketika sesorang pemimpin berpidato dalam masyarakat harus objektif, pendapat itu harus ada unsur objektif.
12.   Percaya diri sendiri
F  Individu: kita sebagai individu harus mampu menanamkan nilai rasa kepercayan diri, contonhnya ketitka berbicara di depan audiens kia harus percaya diri bahwa kita bisa, jangan takut, mental harus dikuatkan.
F  Kelompok: sebuah kelompok harus menanamkan nilai kepercayaan diri. Ketika kelompok tersebut berhadapan dengan kelompok lainnya harus  percaya diri bahwa kelompok saya mampu.
F  Masyarakat; masyarakat harus selalu percaya diri bahwa meraka bisa mengatasi masalah. Sperti  percya dri ketika melakukan kerja bakti.
13.   Keteladanan
 Berarti hal hal yg dapt ditiru dan di contoh orang lain.
@  Individu: kita sebagai individu yg baik harus mampu menjadi teladan yg baik bagi individu yang lainya. Mampu memberikan contoh conton yg bik. Seperti memberi telaan tentang tidak membuang sampah smbarangan
@  Kelompok: seorang pemimpin kelompo harus mampu menjadi teladan bagi anggotanya. Contohnya dalam keluarga, seorang ayah harus menjadi teladan yg bai bagi anaknya, sperti tidak merokok, sopan santun.
@  Masyarakat: seorang pemimpin masyarakat harus menjadi teladan yag baik, yaitu mengajarkn sesuatu malui perilakunya sendiri. Contohnya mahatma gandhi yg memberi teladan tentang ahimsa yaitu tidak menyakiti mahluk hidup lain, dengan cara vegetarian.
14.   Berprinsip
ü  Individu:  Mereka yang mempunyai kepribadian yang tangguh akan bisa membentengi dirinya dari banyak hal yang buruk yang akan menghalangi dirinya untuk bisa maju. Kemajuan yang bisa didapatkan oleh seseorang memang tidak bisa terjadi secara instant, melainkan dengan proses yang panjang dan perjuangan yang sangat keras. Pribadi yang berprinsip akan bisa menjalani proses ini tanpa menyerah dengan semua halangan dan rintangan yang ada. Namun tentunya tetap melihat keadaan sekitar. Menjadi orang yang terlalu berambisi dalam melakukan sesuatu dan tidak memperdulikan orang lain adalah sesuatu yang buruk. Contohnya prinsip saya , harus selalu belajar. Agar sukses
ü  Kelompok: sebuah kelompok harus memiliki prinsipprinsip yg menjadi patokan.
ü  Masyarakat: suatu tatanan masyarakat yg baik pasti memeiliki prinsip yg mereka yakini, sehingga semua anggota masyarakat mematuhinya
15.  Integritas
Berarti mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan; kejujuran; (nomina)
Integritas berasal dari  bahasa Latin  integer; incorruptibility , firm adherence to a code of especially moral a acristic values, yaitu , sikap yang teguh mempertahankan prinsip , tidak mau korupsi, dan menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral
        Individu: penerapan dalam individu itu dilakukan melaui proses sikap yg teguh, tidak mau korupsi dan menjadi dasr nilai moral yg melekat pada diri sendiri. Integritas bukan hanya sekedar bicara, pemanis retorika, tetapi juga sebuah tindakan. Bila kita  menelusuri karakter yang dibutuhkan parah pemimpin saat ini dan selamanya mulai dari integritas, kredibilitas dan segudang karakter muliah yang lainnya-pastilah akan bermuara pada pribadi agung manusia pilihan al-mustofa Muhammad saw. Yang di utus untuk menyempurnakan karakter manusia. Karakter integritas itu menjadi  nilai dasr dalam individu untuk menjadi seorang pemimpin sehingga dapat dipercaya. Integritas berarti  mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. Seseorang yang memiliki integritas pribadi akan tampil penuh percaya diri, anggun, tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya hanya untuk kesenangan sesaat.
        Kelompok: setiap angota kelompok harus memiliki karakter integritas yg tinggi agar kelompok tersebut memiliki wibawa dan profesioalitas yg tinggi dan dapat di  percaya. Seorang pemimpin kelompok harus berintegritas agar mampu memimpin kelompknya.  Integritas berarti  membuktikan tindakannya sesuai ucapannya.
        Masyarakat: seorang pemimpin masyarakat harus memiliki jiwa integirtas, agar mapu di percayai oleh masyarakat. Integritas adalah satu kata dengan perbuatan, dia berkata jujur dan tentu saja tidak akan bohong. Ketika mengucapkan sesuatu di masyarakat seorang pemimpin harus mampu mwujudkannya secara real melaluitindakan yg nyata. Integritas dan kepemimpinan sangat erat satu sama lain. Stephen Covey (2006) menyebutkan integrity is doing what we say will do. Seorang pemimpin harus dapat bertindak secara konsisten antara kata dan perbuatan. Integritas yaitu apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang kita ucapkan. Karena orang-orang yang kita pimpin akan melihat sampai sejauhmana kita melaksanakan apa yang kita ucapkan, sehingga mereka akan mengikuti apa yang kita perintahkan.
16.  Sopan
Sopan santun ialah suatu tingkah laku yang amat populis dan nilai yang natural. Sopan santun sebagai sebuah konsep nilai tetapi bukan dipahami. Sopan santun sebuah ideologi yang memerlukan konseptualisasi. Itulah pengertian umum dari sopan santun. Menurut saya pribadi sopan santun itu adalah sikap seseorang terhadap apa yang ia lihat, ia rasakan, dan dalam situasi, kondisi apapun. Sikap santun yaitu baik, hormat, tersenyum, dan taat kepada suatu peraturan. 
¨       Individu: penerapannya melalui penanaman sikap santun dalam diri untuk melakukan hubungan dengan orang lain. Sikap santun yaitu baik, hormat, tersenyum, dan taat kepada suatu peraturan. Sikap sopan santun yang benar ialah lebih menonjolkan pribadi yang baik dan menghormati siapa saja. Dari tutur bicara pun orang bisa melihat kesopanan kita. Baik/buruk, misalnya lagi dalam situasi yang ramai dimana kita akan melewati jalan itu, jika kita sopan pasti kita akan mengucapkan kata permisi pak, bu…..dalam berteman pun seperti itu lebih menghargai pendapat teman walaupun pendapat itu berbeda, sebenarnya pengertian sopan santun ini sudah umum. Dan mungkin semua orang sudah mengerti apa itu sopan santun, karna sifat ini telah ditanamkan sejak kecil pada diri individu tersebut. Dan bagaimana kita mengembangkannya saja. Dalam kehidupan kita dan disekitar kita.
¨       Kelompok: penerapannya ketika kita berhubungan dengan kelompok lainnya kita harus mamu menunjukan sifat yg sopan dalam berkomunikasi. Seperti didalam kelas dalam situasi dosen sedang menjelaskan materi lalu kita harus memperhatikan seseorang yang ada didepan kita. Dengan menunjukan sikap yang memperhatikan, mendengarkan dengan baik, dan bila bertanya pun harus dengan yang baik.
¨       Masyrakat:  Di era globalisasi ini nilai nilai sopan santun di masyarakt terasa mulai meluntur, mungkin karena pengaruh budaya barat. Kearifan budaya lokal bangsa ini seakan tertutupi oleh budya barat yg tidak sesuai dengan budaya kita, seperti karakter sopan yg di miliki masyarat kita ketika saling berhubungan saling menghormati, tutur kata yg sopan sehingga tidak menyinggun perasaan orang lain. Teapi budaya barat yg cenderung individualistik dan bebas sifat sopan meeka tidak ada.  Masing-masing bagian negara memiliki cara sopan santunnya masing-masing, sehingga seharusnya masyarakat Indonesia tak menerapkan gaya orang luar di negaranya sendiri. Mengingat pepatah nan mengatakan bahwa “Dimana bumi di pijak, di situ langit dijunjung” maka, memang sudah seharusnya masyarakat Indonesia bersikap sopan dan santun sinkron dengan konsep nan ada di Indonesia.
17.   Skeptis
Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan) contohnya; kesulitan itu telah banyak menimbulkan skeptisisme terhadap kesanggupan dalam menanggapi gejolak hubungan internasional. Menurut kamus besar bahasa indonesia skeptis yaitu kurang percaya, ragu-ragu (terhadap keberhasilan ajaran dsb): contohnya; penderitaan dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis dan skeptis. Jadi secara umum skeptisisme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya.
F  Individu: seornga individu seharusnya menghilangkan sikap keragu-raguannya dalam menghadapi sesuatu. Contohnya ketika memilih sesuatu kita aus percaya terhadap pilihan kita. Sifat keragu-raguan diguanakan ketika sedang berinovasi dan menciptakan sesuatu, agar dapat menghasilkan yg baru dan lebih sempurna
F  Kelompok:  ketika sebuah kelompok menemukan sebuah gagasan biasanya ragu ragu, sehingga menimbulkan pertanyaan, dari pertanyan menimbulakan penjelasan baru
F  Masyarakat: bisanya di masyrakat mereka masih ragu akan keberhasilan seorang pemimpin, dan dalam memberikan kepercayaan.
18.  Bertekun
Ø  Individu: seorang individu harus tekun untuk dapat meraih ksuksesan. Tekun adalah salah satu sifat dari orang sukses. Orang yang sukses di bidang apa pun memiliki sifat tekun. Dengan tekun orang akan terjauh dari sifat putus asa, orang senantiasa setia terhadap tanggung jawabnya, pekerjaan sulit menjadi mudah.
Ø  Kelompok: dalam meraih keberhasilan dan kesuksesan suatu kelompok harus tekun dan ulet. Contohnya keluarga harus bekerja kers dan tekununtuk mencari uang agr kaya.
Ø  Masyarakat: didalam suatu masyarakat mereka selalu tekun dan kerja keras untu memenuhi kebuhan hidup mereka dan pembngunan ekonomi.
19.  Optimis
Adalah sifat yg selalu berharapan baik dalam melakukan hal selalu berpandangan baik dalam menghadapi segala hal.
ü  Individu: Penerapan nilai nilai optimis di dalam individu itu sangat di perlukan. Orang yg optimistis akan lebih berhasil di bandingkan dengan mereka yg pesimis, karena orang yang optimis memiliki rasa percaya diri dan harapan baik mereka tinggi dalam melakukan sesuatu. Contohnya ketika seornag individu melakukan usaha dia harus optimis bahwa usahanya akan sukses.
ü  Kelompok: penerapan dalam kelompok  itu setiap anggota kelompok harus optimis dalam melakukan kegiatan, agar kelompok tersebut meraih kesuksesan. Contohnya ketika bekerja di suatu kelompok sebuah perusahan, setiap anggota harus optimis bahwa kegiatannya pasti berhasil.
ü  Masyrakat: masyarakat yg optimistis adalah masyarakat yg selau berpandangan baik dalam melakukan segala hal. Ketika pemerintah melakukn pembangunan masyarakat harus optimis bahwa pembngunan tersebut berhasil.
20.  Toleransi
v  Individu: sebagai pribadi yg baik kita harus lebih toeran dalam berhubungan dengan orang lain. Cara berpikir kita haruslah lebih toleran. Karena orang yg toleran tidak pernah mempunyai musuh, karena dia menghargai perbedaan, rendah hati.
v  Kelompok: penerapannya biasa di dalam kelompok keluarga. Sebuah keluarga yg memiliki sifat toleran biasanya meraka mudah bergaul di masyarakat, merka rendah hati terhadap orang lain, tidak mengusik orang lain krena perbedaan, seperti perbedaan agama, suku, dsb.
v  Masyarakat: masyarakat yg toleran biasanya memiliki tingkat kemajemukan tinggi. Di dalam suatu lingkungan masyarakat biasanya terdiri dari banyak suku, agama, ras, semua itu tidaklah menjadi halangan karena merka toleran.
21.   Taat:
Berarti selalu tunduk
        Individu: penerapannya seperti taat beribadadah, taat terhadap norma norma, taat peraturan, patuh terhadap orang tua.
        Kelompok : penerapannya seperti taat pada perintah pimpinan kelompok, di dalam keluarga taat pada ayah.
        Masayrakat:  penerapannya seperti masyarakat yg selalu tunduk dan taat terhadap peraturan, norma.
22.   Sederhana
1. bersahaja; tidak berlebih-lebihan (adjektiva)
2. sedang (dl arti pertengahan, tidak tinggi, tidak rendah, dsb) (adjektiva)
3. tidak banyak seluk-beluknya (kesulitan dsb); tidak banyak pernik; lugas (adjektiva)
v  Individu: penerapannya seperti: memakai pakaian yg sederhana, tidak sombong, tidak berlebih lebihan terhadap apa yg kita punya.
v  Kelompok: suatu kelompok harus berpikir yg lebih sederhana dalam menyelesaikan masalah yg ada di dalam kelompok.
v  Masyarakat: suatu tatanan masyarakat yg sederhana bisanya terdapat di pedalaman, desa desa, kampung. Mereka selalu hidup sederhana sesuai apa yg di berikan alam.
23.   Sportif
1. bersifat kesatria, jujur, dsb (adjektiva)
2. tegap; gagah (adjektiva)
Sportivitas adalah  sikap adil (jujur) thd lawan; sikap bersedia mengakui keunggulan (kekuatan, kebenaran) lawan atau kekalahan (kelemahan, kesalahan) sendiri; kejujuran; kesportifan (nomina)
o   Individu: penerapannya berupa selalu bersikap kesatria ketika melakukan sesuatu. Misalnya ketika bertanding harus sportif berarti jujur tidak curang.
o   Kelompo: seorang ppimpinanan kelomok harus lebih sportif ketika menjalankan tugas dan memerintah
o   Masyarakat: masyarakat yg sportif berarti masayarakat yg memiliki jiwa ksatria, tidak curangdalam bertindak. Seperti ketika persaingan usaha, harus jujur tidak curang.
24.   Ingin Tau
¨       Individu: kita sbagai individu harus memiliki jiwa ingin tahu yg tinggi, seperti mencari informasi, membaca buku, mencari hal hal baru
¨       Kelompok:  ketika bekerja harus memiliki rasa ingin tahu, berupa mencari informasi
¨       Masyarakat: rasa ingin tahu masyarkat yg tinggi di buktikan ketika menonton berita, membaca koran, majalah, buku
25.   Kritis
®  Individu:  penerapan nilai nilai karakter kritis ini seperti kita sebagai individu harus lebih kritis dalam menyikapi sesuatu dan mampu menjadi seorang aktivis
®  Kelompok: penerapannya seperti di kelompok mahasiswa yg aktivis, mereka biasanya mengritisi kesalah pemerintah dengan cara demo
®  Masyarakat yg kritis biasanya ketika mereka mengritik kebijakan pemeintah yg tidak pro rakyat
26.    Memaafkan
ü  Individu yg baik harus memiliki sifat pemaaf, mau memaafkan orang yg berbuat salah pada dirinya, tidak pendendam
ü  Kelompok: dalam keluarga yg baik harus memiliki sifat pemaaf, tidak memusuhi tetangga yg mempunyai kesalahan
ü  Masyarakat: dalam masyarakat yg pemaaf biasanya tidak pernah cek cok, ricuh, dsb.

MUNGKIN ITU YG DAPAT SAYA JELASKAN, KALAU ADA KESALAHAN HARAP DI MAKLUMI KARENA SAYA MASIH TAHAP BELAJAR DAN TAK ADA GADING YG TAK RETAK......

TERIMA KASIH